FAQ

ADA PERTANYAAN?

Sebelum Anda mengajukan pertanyaan, simak terlebih dahulu Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQ) berikut ini.

“PERTANYAAN” dicetak dengan huruf tebal dan “JAWABAN” dengan huruf biasa

Sesudah lulus D-3 di Monas, apakah dapat melanjutkan studi kejenjang
Sarjana (S-1)?

Ya. Karena Diploma D-3 dengan gelar A.Md. yang diperoleh di  Monas diakui oleh pemerintah maka dapat ditransfer untuk memperoleh Gelar Sarjana di Universitas lain.

Apa syarat-syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana pada Universitas lain?

Masing-masing Universitas memiliki syarat-syarat mereka sendiri. Karena itu hubungilah Universitas yang ingin Anda masuki.

 Apa beda Akademi Perhotelan dengan Akademi Kuliner?

Akademi Perhotelan mendidik mahasiswa untuk bekerja di hotel, seperti: Front office, house keeping, F&B service, dan keperluan hotel lainnya. Akademi Kuliner  terfokus pada bidang kuliner, yaitu mendalami cara memasak dan menyajikan masakan-masakan semua bangsa serta membuat aneka roti-kue dari seluruh penjuru dunia. Lulusan kuliner sangat welcome untuk bekerja pada dapur dan restoran-restoran hotel berbintang,  baik di dalam maupun di luar negeri.

 Apa beda Akademi Pariwisata dengan Akademi Kuliner?

Akademi Pariwisata menawarkan 2 bidang studi D-3, yaitu: Perhotelan dan Usaha perjalanan wisata. Di akademi pariwisata baik perhotelan maupun usaha perjalanan wisata lebih banyak diajarkan teori seperti: Geografi pariwisata, manajemen pariwisata, statistika pariwisata. Akademi Kuliner Monas Pacific terfokus pada bidang kuliner, yaitu mulai dari  mempelajari sifat bahan makanan dan langsung mempraktekkan cara memasak dan menyajikan masakan-masakan semua bangsa, membuat aneka roti-kue dari seluruh penjuru dunia serta mempelajari ilmu manajemen restoran, manajemen katering, serta selesai dalam waktu tiga tahun. Di Akademi Perhotelan atau Pariwisata tidak ada praktek tiap hari.

Apakah Ijin DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) itu penting?

Undang-undang mengharuskan semua Perguruan Tinggi di Indonesia memiliki
ijin DIKTI. Jika tidak memiliki ijin DIKTI, maka sekolah yang bersangkutan tidak boleh memberikan gelar kepada lulusannya. Lembaga pendidikan yang tidak memiliki ijin DIKTI statusnya hanyalah Lembaga Kursus yang tidak boleh memberikan gelar. Bahkan guru-gurunya tidak boleh disebut dosen.

Apakah ada kerjasama antara Monas dan Perguruan Tinggi luar negeri?

Semula, Monas dirancang bekerjasama dengan Johnson & Wales University, universitas kuliner terbesar di dunia, dan dengan California Culinary Academy. Karena itu sistem pembelajaran dan kurikulum di Monas didasarkan pada sistem pembelajaran dan kurikulum Johnson & Wales dan California Culinary Academy, San Franscisco, Amerika Serikat. Saat itu, peraturan pemerintah tidak mengijinkan adanya kerja sama seperti yang diinginkan.

Siapa dan dari mana dosen-dosen di Monas?

Sejatinya, dosen-dosen di Monas direncanakan terdiri dari praktisi-praktisi kuliner dari dalam dan luar negeri. Karena mahasiswa mengalami kesulitan, bahkan takut, berbahasa Inggris, maka diangkatlah chef-chef profesional Indonesia yang memiliki pengalaman kerja 3 – 5 tahun pada  hotel-hotel berbintang dan restoran-restoran besar menjadi dosen.  Sementara itu, beberapa alumni monas yang berprestasi dan berpengalaman sebagai chef telah bergabung memperkuat team dosen di Monas.

Apakah Monas menjamin pekerjaan kepada lulusannya? 

Monas tidak menjamin tapi membantu memperoleh pekerjaan. Setiap lulusan memiliki keinginan, prilaku, dan kecendrungan sendiri-sendiri. Demikian juga pemberi kerja, masing-masing memiliki persyaratan tersendiri. Diterima atau tidaknya seorang lulusan oleh pemberi kerja tergantung pada kesan yang diperoleh pada saat wawancara atau interview antara lulusan dan petugas pemberi-kerja.


Apakah sesudah lulus D-1 Kuliner atau D-1 Baking & Pastry dapat mengambil Restaurant Management?

Tidak. Restaurant Management diperuntukkan hanya bagi pemegang D-1 dan D-2  Monas saja. Para Sarjana dan pemegang D-3 Non-Kuliner dari perguruan tinggi lain, juga tidak diterima mengikuti kelas Restaurant Management di Monas.

Sudah berapa angkatan Monas meluluskan mahasiswanya?

Sudah beberapa angkatan sejak berdiri pada 1998. Waktu itu Monas bernama Monas-IBMT School of Hotel. Pada tahun 2003 berubah menjadi Monas Pacific Culinary Academy sesudah dapat ijin resmi sebagai akademi oleh pemerintah.

Apa ada program Beasiswa di Monas?

Belum ada. Perlu diketahui bahwa jumlah seluruh mahasiswa di Monas dirancang tidak lebih dari 150 orang agar mutu lulusan lebih terjamin. Dengan jumlah mahasiswa sekecil itu maka terasa sulit memberikan beasiswa karena biaya bahan-bahan praktek tak dapat dihindari.

Apakah ada jalur prestasi untuk lulusan SMU/SMK?

Di Monas tidak ada jalur prestasi. Semua calon mahasiswa diperlakukan sama melalui jalur umum.

Berapa jam perkuliahan setiap hari?

Setiap hari belajar teori satu jam lalu praktek selama 3 – 4 Jam. Lama praktek tergantung pada apa yang dipraktekkan pada hari itu.

Apa beda Monas dengan Sekolah Kuliner lainnya?

Monas adalah perguruan tinggi Kuliner yang pertama dan hingga kini satu-satunya di Indonesia. Sekolah Kuliner lainnya hanyalah lembaga kursus yang tidak dibenarkan memberikan gelar kepada lulusannya.

Bagaimana struktur biaya perkuliahan?

Biaya perkuliahan di Monas adalah sistem paket. Terdiri dari Uang Prasarana dan Uang SPP,yang didalamnya sudah termasuk semua bahan-bahan praktek dan satu stel pakaian seragam chef yang harus dipakai selama kuliah praktek.

Buku-buku apa yang dipakai di Monas?

Buku pegangan Kuliner adalah sama dengan yang dipakai di Johnson & Wales University dan untuk Baking & Pastry diperkuat dengan buku resmi dari California Culinary Academy, San Francisco, Amerika Serikat.

Apakah pada saat magang atau On The Job Training mahasiswa dibayar?

Tergantung sepenuhnya kepada tempat magang. Pada umumnya hotel-hotel atau
restoran-restoran dan bakery-bakery di Indonesia tidak membayar mahasiswa yang magang di tempat mereka.

Dimana saja mahasiswa Monas magang?

Terutamanya di Hotel-Hotel berbintang 4 & 5 seperti Shangri-La, JW Marriott, Sheraton, Bumi Surabaya, Mojopahit, Surabaya Plaza, dan lain-lain. Juga di beberapa Hotel berbintang di Bali, Bandung dan Jakarta.

Jika seorang mahasiswa langsung bekerja sesudah lulus, apakah hal itu dapat dianggap magang?

Ya, dengan syarat:

  1. Tidak bekerja pada perusahaan milik keluarga atau famili
  2. Bekerja pada perusahaan yang manajemennya baik, seperti hotel-hotel dan restoran-restoran besar. Harus diketahui dan disetujui oleh Monas
  3. Dinyatakan bekerja baik oleh perusahaan saat selesai magang  enam bulan, hal mana disampaikan secara tertulis kepada Monas.

Apakah ada cabang Monas di kota lain?

Tidak ada. Monas Pacific Culinary Academy hanya ada di kota Surabaya.

Apakah ada Tes atau Ujian Masuk di Monas Pacific Culinary Academy?

Ya, ada; tapi berbeda dengan ujian masuk di Perguruan Tinggi lainnya seperti UMPTN. Di Monas hanya tes (evaluasi) Potensial Akademik saja, bukan tes Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan lain-lannya. Evaluasi Potensial Akademik dimaksudkan  agar Monas mengetahui kelemahan-kelemahan calon mahasiswa untuk dibantu, bukan  untuk dijatuhkan.

Apakah Monas ada fasilitas asrama atau kos-kosan?

Tidak. Di Monas tidak ada fasilitas asrama, tetapi sekitar kampus ada kos-kosan milik penduduk setempat. Monas akan bantu mencarikan jika ada mahasiswa yang membutuhkan.

Jika pertanyaan Anda tidak terjawab pada FAQ diatas, maka Anda dapat mengajukannya  melalui email ke sekretariat melalui email: info@monasKuliner.ac.id.